Suluk Pencuci Hati

Ini bukan soal kondom. Juga bukan soal bulog desa.

Ini ‘hanya’ soal pedalaman. Pedalamannya seorang manusia. Mungkin jauh dari yang Anda perlukan.

Ratusan orang, minggu lalu menjalani suluk. Semacam retreat. Sepuluh hari. Tidak pulang. Puasa. Ibadah. Dzikir. Sholat. Hampir sepanjang hari dan malam.

Begitulah penganut tarekat sering melakukan. Setahun satu atau dua kali.

Seseorang, sebelum menganut tarekat, biasanya belajar dulu tasawuf. Untuk mengetahui makna hidup yang sebenarnya: hakekat hidup.

Untuk apa makan. Untuk apa minum. Untuk apa tidur. Untuk apa hidup. Untuk apa berdoa. Untuk apa sembahyang. Untuk apa perlu dekat dengan Tuhan.

Setelah tahu semua itu barulah: bagaimana caranya bisa dekat dengan Tuhan, di manakah jalan itu, dan lewat jalan yang mana.

dikutip dari koran harian jawa pos  : Suluk Pencuci Hati , Suluk Pencuci Hati, Suluk Pencuci Hati – DI’S WAY

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *