MENGENAL TASAWUF

Apa itu tasawuf ?

Secara sederhana, tasawuf dapat di pahami sebagai usaha pembersihan jiwa dari sifat sifat tercela dan pembebasan diri dari nafsu serakah duniawi, melalui dunia kegiatan ritual dan pelanggengan hubungan antara hamba dan tuhan. Karena itu, tradisi sufi meletakan posisi hati sebagai sentral dalam diri manusia.

Tasawuf merupakan salah satu aspek esoterik islam yang bertujuan untuk memperoleh hubungan langsung dengan tuhan. Hal ini merupakan perwujudan dari ihsan (sebagai mana kita tahu, ada istilah islam, iman, ihsan) yang menyadari akan adanya komunikasi langsung antara hamba dengan tuhanya (hablun minallah). Romantisme hamba dan tuhan akan membuahkan jiwa yang bersih. Dan hanya jiwa yang bersih, yang mampu secara dekat berdampingan dengan tuhan.

Tasawuf merupakan jantung dari pelaksanaan ajara-ajaran islam dan kunci kesempurnaan amaliah, di samping hal lain yang juga sama pentingnya, yaitu akidah dan syariat.Tasawuf juga membahas hubungan jiwa dan raga. Tujuanya adalah terciptanya keserasian antara jiwa dan raga manusia, terwujudnya kesesuaian antara gerak lahir dengan dorongan batin. Karena perbuatan itu muncul berkat dorongan yang ada di dalam batin manusia.

Dalam pandangan kaum sufi, akhlak dan sifat seseorang itu sangat bergantung pada jiwa yang berkuasa pada diri orang tersebut. Jika yang menguasai jiwa seseorang itu adalah nafsu-nafsu kebinatangan, maka perilaku yang muncul kepermukaan adalah perilaku kebinatangan pula. Jika yang menguasai jiwa seseorang itu adalah nafsu insani, maka yang dimunculkan dalam bentuk perbuatan juga perilaku insani.

Oleh karena itu, para sufi sangat menekankan unsur kejiwaan. Karena inti dari manusia, terletak pada unsur kejiwaan. Hal ini bukan berarti kaum sufi itu mengabaikan sisi raganya. Raga pun juga di pentingkan, karena jiwa memerlukan raga dalam beribadah kepada Allah SWT dan dalam menjalin hubungan baik dengan sesama manusia serta dalam berhubungan dengan makhluk lain. Jika ajaran-ajaran Tasawuf dipahami dengan baik, kemudian dipraktekan dalam kehidupan sehari-hari, niscaya akan terciptalah kehidupan yang aman, tenteram dan damai yang diliputi oleh kasih dan saying Allah SWT. Karena tasawuf lebih mementingkan kebersihan dan kebeningan hati serta kesucian jiwa.

 

Tasawuf pada masa Nabi Muhamad

Jika kita memperhatikan kehidupan Nabi Muhamad SAW, baik sebelum maupun sesudah beliau diangkat menjadi Nabi dan Rasul, kita akan mendapati bahwa beliau adalah seorang sufi sejati. Hal ini tergambar pada keseharian beliau yang amat bersahaja dan sangat sederhana hidupnya. Pernah pada suatu hari, Ibnu Mas’ud, salah seorang sahabat yang setia melayani beliau, mendapati Nabi tidur di atas tikar lusuh yang terbuat dari daun kurma dengan bantalkan tangan. Ibnu Mas’ud tak kuasa menahan kuasanya, ia mencucurkan air mata melihat kekasih hatinya tidur seperti itu. Betapa tidak? Orang yang hampir memiliki seluruh jazirah arab, orang yang sangat dicintai dan dimuliakan Allah, orang yang menjadi penutup para Nabi dan Rasul sekaligus menjadi pimpinan mereka hidupnya seperti itu, padahal andaikata beliau mau, beliau bisa hidup bak seoran raja atau kaisar, akan tetapi beliau lebih memilih hidup sederhana. Sabda beliau kepada Ibnu Mas’ud, “Wahai Ibnu Mas’ud taka da kepentingan ku untuk hidup bermewah-mewah di dunia ini, karena aku hidup di dunia bagaikan seorang musafir yang sedang berada di tengah-tengah padang pasir yang luas dengan terik matahari yang cukup panas, kemudian aku menemukan sebuah pohon yang kegunaan untuk beristirahat sejenak lalu meneruskan kembali.”

Prinsip hidup sederhana sangat menonjol dalam kehidupan Nabi. Prinsip hidup inilah yang beliau uswah-kan, beliau contohkan kepada sahabat-sahabat beliau, kemudian para sahabat Nabi pun mempraktekkan prinsip hidup sederhana ini di kehidupan sehari-harinya.

Sebelum diangkat menjadi Nabi dan Rasul, beliau suka mengasingkan diri, berkhalwat di gua Hira’ untuk bertahannuts (memurnikan penghambaannya hanya kepada Allah SWT). Di sana beliau mengasah batin, muhasabah dan muraqabah sambil mentafakuri segala ciptaan hingga pandangan lahir dan batin beliau menjadi sangat bersih dan suci.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *